Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

15 Kuwu Daftar ke Nasdem

Written By dompyong wetan on Minggu, 27 Januari 2013 | 14.31.00

SUMBER– Nampaknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cirebon tidak terlalu begitu tertarik untuk merekrut para kuwu agar menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) pada pemilihan legislatif 2014. Dari 70 orang yang mendaftar sebagai bacaleg ke DPC PKB Kabupaten Cirebon, hanya 8 orang yang memiliki latar belakang seorang kuwu.
Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon H Sugiarto mengatakan, PKB telah membuka selebar-lebarnya peluang bagi seluruh warga negara Indonesia yang berminat menjadi calon anggota legislatif, tanpa memandang suku, agama, ras dan latarbelakang pekerjaan. Asalkan memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam undang-undang, bisa mendaftar. “Mau itu guru, kiai, kuwu atau yang lainnya, kita terbuka asalkan mau berjuang bersama PKB,” tuturnya.
Namun, sambung dia, PKB lebih senang ketika yang mendaftar adalah seorang pengusaha. Menurut Sugiarto, pengusaha yang bersungguh-sungguh terjun ke dalam dunia politik, 80 persen niatnya untuk mengabdi dan membantu masyarakat. Ketika jadi seorang legislator, mereka langsung memikirkan bagaimana mensejahterakan masyarakat dengan berbagai program kebijakan, bukan memikirkan balik modal. “Kalau ingin terjun ke dunia politik, kemapanan ekonomi itu penting, sehingga ketika ia dibutuhkan oleh masyarakat tidak memikirkan lagi untung ruginya,” jelasnya.
Berbeda, jika seorang politikus itu berlatarbelakang seorang birokrat atau mereka yang pernah duduk di pemerintahan, yang dikejar adalah kekuasaan yang lebih tinggi. Bukan menomorsatukan kesejahteraan masyarakat, sehingga ia turun menyambangi masyarakat ketika ada butuhnya saja. “Tentunya, hal ini kurang baik untuk perkembangan partai ke depan,” paparnya.
Sementara, hingga saat ini DPD Partai Nasdem Kabupaten Cirebon telah mencacat 15 orang kuwu yang sudah mendaftarkan diri sebagai bacaleg. Menurut Sekretaris DPD Partai Nasdem Kabupaten Cirebon Aris Mulanto, kehadiran kuwu di tubuh Partai Nasdem merupakan bentuk keanekaragaman latarbelakang kader yang siap berjuang menuju perubahan. “Kita terbuka, siapa saja boleh mendaftar asalkan mau berjuang untuk perubahan,” tuturnya, kemarin.
Justru kehadiran Partai Nasdem di tengah-tengah konstelasi politik saat ini membantu para kuwu yang berniat menjadi bacaleg. Karena nama partai ikut meningkatkan elektabilitas kuwu tersebut. “Nama kuwu akan terangkat ketika mereka masuk Partai Nasdem,” bebernya. (jun)

Sumber : Radar Cirebon

Anggota TNI Tewas Diduga Korban Tabrak Lari

TENGAHTANI, (CNC).- Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), bernama Praka Guntur, anggota Bataliyon Arhanudse 14, ditemukan tewas tergeletak di tengah Jalan, di jalan Raya Tengah Tani, tepatnya di depan Penjahit Kodir, Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, pukul 03.45 WIB, Jumat (25/1) dini hari.
Sepeda motor Nopol E-3777-KR yang dibawanya tergeletak tidak jauh dari posisi di mana dirinya meninggal. Korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala. Menurut warga setempat korban meninggal di tempat karena tabrak lari.
Informasi dibenarkan Kapolres Cirebon, AKBP Irman Sugema, melalui Kapolsek Kedawung, AKP Alisman. Anggotanya mendapat informasi dari warga yang mengatakan ada kecelakaan sepeda motor yang di kemudikan anggota TNI-AD, di jalan Raya Tengah Tani.
“Atas informasi tersebut anggotanya langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut. Ternyata di lokasi kejadian sudah ada beberapa warga yang melihat korban kecelakaan, anggotanya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” jelasnya.
Dugaan sementara korban ditabrak dari belakang dengan kecepatan tinggi, karena melihat kondisi korban mengalami luka di kepala cukup serius dan saat itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon.
“Korban mengalami luka cukup serius yang mengakibatkan meninggal di tempat. Dugaan sementara korban adalah tabrak lari, karena saat kejadian tidak ada warga setempat yang mengetahui karena memang waktu kejadianya sektar jam tiga pagi,” ujar Alisman.
Menurut Muhamad Alek (24 tahun) pegawai penjahit di Kodir Tailor, dirinya malam itu mendengar ada suara benturan, tetapi tidak menyangka kalau itu motor ditabrak. Dirinya tidur lagi akan tetapi di luar kedengaranya banyak suara orang.
“Malam itu saya dengar suara, tetapi tidak menyangka suara itu motor ditabrak, saya keluar setelah mendengar suara gaduh dari warga, makanya saya keluar dan benar ada seorang tergeletak di tengah jalan sebelah utara dengan kepala pecah. Ssaya heran kok darah banyaknya di sebelah selatan tapi korban ada di sebelah utara,”ujar Alek. (Enon/CNC)

Sumber : Cirebon News

260 Rumah Warga Lemahabang Terendam

Written By dompyong wetan on Jumat, 25 Januari 2013 | 22.59.00

CIREBON – Banjir merendam ratusan rumah di tiga dusun yang ada di wilayah Desa/Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu malam (23/1). Selain karena curah hujan yang lebat, juga akibat kiriman air dari Kuningan melalui sungai Singaraja dan sungai Singaratu. Beruntung, tidak ada korban yang meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, hujan lebat disertai angin mulai melanda Desa Lemahabang sejak sore hari hingga pukul 21.00 WIB. Akibatnya air di dua sungai, yakni Singaraja dan Singartu meluap dan merendam tiga dusun atau sekitar 260 rumah. Ketinggian air antara satu hingga satu meter setengah. Di antara tiga dusun itu, dusun 1 merupakan yang terparah terkena dampak banjir. Sedangkan untuk dusun dua hanya lima puluh rumah dan dusun tiga sebanyak enam puluh rumah.
Selain dampak dari hujan lebat, faktor lainnya karena luapan sungai Singaraja dan Singaratu. Pada siang hingga sore hari, Kuningan mengalami hujan besar yang mengakibatkan luapan dua sungai tersebut. Kondisi itu didukung oleh posisi tiga dusun yang diapit sungai Singaraja dan Singaratu, sehingga rawan tertimpa banjir. Air mulai agak surut Kamis (24/1) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.
Banjir yang menggenang sampai ke dalam rumah-rumah penduduk, membuat peralatan rumah warga seperti kursi serta peralatan elektronik menjadi rusak. Bahkan ada sebuah becak yang terbalik, serta kursi milik warga yang terbawa arus banjir.
Kuwu Desa Lemahabang Toto Sugiyanto kepada Radar berharap, pemerintah memberi perhatian lebih atas musibah yang menimpa warganya. Dia juga meminta pemda segera mengupayakan penanggulangan banjir lebih serius. “Ke depan, pemerintah Kabupaten Cirebon harusnya meningkatkan infrastruktur desa dalam menangani persoalan banjir. Tiga dusun yang sekarang kena, itu langganan banjir tiap tahunnya. Makanya, kami minta Pemkab Cirebon dapat memberikan bantuan dan perhatian kepada warga kita yang terkena banjir,” ujar Toto.
Pihak pemerintah desa pun memberikan bantuan ala kadarnya kepada korban musibah banjir, berupa mi instan yang dibagikan pada setiap rumah. Banjir pun mulai surut hingga pukul 00.00 WIB. Pagi harinya, warga membersihkan bekas lumpur yang masuk ke dalam rumahnya.
Sementara Ismod, selaku ketua RT 07 Dusun Dua meminta adanya pengerukan dasar sungai Singaraja dan Singaratu, serta peninggian tanggul. Karena sungai yang tidak dikeruk serta tanggul yang pendek, mengakibatkan luapan air sungai mudah masuk ke perumahan warga. “Sudah sekitar empat tahun sungai Singaraja dan Singaratu tidak dikeruk. Kami minta supaya sungai dikeruk dan tanggul ditinggikan,” ujar Ismod. (den)

Sumber : Radar Cirebon

Peresmian Gedung P3D Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon Wamenkes: 2014, Indonesia Butuh 117.808 D

Written By dompyong wetan on Jumat, 18 Januari 2013 | 09.48.00

PeresmianWAKIL Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, menghadiri secara langsung  peresmian gedung Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunungjati (Unswagati) Cirebon, di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled Kabupaten Cirebon, Selasa (15/1). Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Alma Lucyati, M.Kes, Bupati Cirebon, Drs. H. Dedi Supardi, MM, Direktur RSUD Waled, dr. J Suwanta Sinarya, Mkes, Rektor Unswagati Cirebon, DR.H. Djakaria Machmud, SE,SH,M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. Tasiya Soemadi Al-Gotas, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Muspida Kabupaten Cirebon, dan para OPD se-Kabupaten Cirebon.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D mengatakan, dalam rangka meningkatkan akses  pada pelayanan kesehatan yang komprehensif, bermutu, adil dan merata bagi seluruh masyarakat, sesuai dengan Undang Undang Nomor 24 tahun 2011, pemerintah telah mengamanatkan pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan yang akan dimulai pada 1 Januari 2014 mendatang. “Diharapkan, cakupan pelayanan dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage pada tahun 2019 mendatang.  Untuk maksud tersebut,  maka sarana, pra-sarana dan sumber daya manusia  yang diperlukan harus disediakan. Karena dewasa ini, kebutuhan tenaga dokter di Indonesia belum terpenuhi. Di samping itu, distribusi tenaga  dokter juga masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain tantangan dalam  penyediaan, distribusi, dan retensi pemerataan sebagai akibat tingkat retensi yang rendah, terutama dokter spesialis,” paparnya.
Saat ini, lanjutnya, jika dibandingkan dengan negara ASEAN, rasio jumlah dokter di Indonesia masih jelas jauh tertinggal yaitu sebesar 30 per 100.000 penduduk. Sementara di Negara ASEAN lainnya seperti Filipina 58 dan Malaysia 70 per 100.000 penduduk. Hal ini terlihat dari masih adanya  Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan atau DTPK yang kekurangan tenaga dokter. Pada tahun 2014 nanti, diperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 117.808 orang dokter untuk mendukung pelaksanaan SJSN  bidang kesehatan dalam rangka penyediaan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Sedangkan, berdasarkan data yang tercatat tahun 2010, jumlah dokter yang yang tersedia baru sekitar 70.242, sehingga Indonesia jelas masih membutuhkan banyak lulusan dokter,jelasnya. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Cirebon, Drs. H. Dedi Supardi, MM,  mengucapkan selamat datang kepada Wamenkes dan Kabidkes Jabar di Kabupaten Cirebon. Ia juga mengaku berterima kasih kepada Rektor Unswagati Cirebon, DR.H. Djakaria Machmud, SE,SH,M.Si, karena telah memilih RS Waled sebagai RS perbatasan untuk mendirikan gedung P3D Fakultas Kedokteran Uswagati Cirebon.  “Semoga ke depan Unswagati semakin berkembang lagi,” ungkapnya.
Bupati juga memberikan laporan terkait anggaran Jamkesmas yang sampai saat ini belum cair selama 3 bulan. “Jika dihitung dalam satu bulan Rp 4 miliar, maka sudah sekitar Rp 12 miliar yang ditunda pembayarannya. Untuk itu diharapkan agar Kementrian Kesehatan RI bisa dengan segera mencairkan dana tersebut karena untuk kepentingan masyarakat miskin,” ujarnya.  Sementara Rektor Unswagati Cirebon, DR.H. Djakaria Machmud, SE, SH, M.Si mengatakan bahwa Kampus Unswagati Cirebon sudah cukup lama didirikan dimana keberadaanya demi kepentingan masyarakat di wilayah III Cirebon. Kini, lanjutnya, Unswagati Cirebon sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah pusat atas dukungan dan perhatiannya terhadap keberhasilan berdirinya Fakultas Kedokteran Unswagati.
Jelas dengan keberadaan Fakultas Kedokteran di Unswagati Cirebon ini, menandakan bahwa Cirebon sudah dikenal dan diakui secara nasional. Terlebih pada kesempatan ini, kami mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Cirebon yang telah mengizinkan dibangunnya kerjasama antara Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon bersama RSUD Waled Kabupaten Cirebon,” katanya. (Nawawi/Adv)


Sumber : Fajar Cirebon 

Jadwal Ujian Nasional SD SMP SMA dan SMK 2013

Written By dompyong wetan on Selasa, 15 Januari 2013 | 15.49.00

Tidak terasa ujian nasional sudah sebentar lagi di laksanakan, Mudah mudahan semua tenaga pendidik kita sudah benar benar siap mempersiapkan anak didik nya. Mudah mudahan semua anak anak bisa fokus menghadapi babak penentuan terakhir yang di tentukan oleh Ujian Nasional. Mari berdo'a dan berjuang kawan ini penetuan bagi kalian siswa siswi dan ini adalah momen penting, jangan kecewakan guru, orang tua kalian. Berikan yang terbaik untuk semuanya.
Adapun jadwal UN 2013 sebagai berikut:

Jadwal UN 2013

No JENJANG PENDIDIKAN WAKTU PELAKSANAAN UN 2013
UTAMA SUSULAN
1. SMA/MA dan SMK 30 Apr - 4 Mei 2013 06 - 10 Mei 2013
2. SMP/MTs dan SMPLB 06 - 10 Mei 2013 13 - 16 Mei 2013
3. SD/MI DAN SDLB 13 - 15 Mei 2013 20 – 22 Mei 2013
 
 
Copyright © 2013. DESA DOMPYONG WETAN - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger