Home » » Bantuan Rumah Swadaya Untuk Warga Miskin

Bantuan Rumah Swadaya Untuk Warga Miskin

Written By dompyong wetan on Minggu, 13 Januari 2013 | 15.35.00

“Kabupaten Cirebon mendapat bantuan rumah swadaya untuk warga miskin tahun 2012 sebanyak 1.259 unit dengan anggaran Rp 13,8 miliar. Penerima bantuan rumah swadaya bermata pencaharian sebagai nelayan, pe-tani, buruh bangunan, tukang becak, dan lain sebagainya, dengan berpenghasilan di bawah Rp 1 juta. Setelah dibangun, rumah warga miskin tersebut menjadi lebih layak huni.”
Pemerintah memberikan perhatian besar pada rumah warga miskin yang tidak layak huni. Perhatian Pemerintah diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan uang untuk memperbaiki rumah melalui program rumah swadaya sejak tahun 2006. Pada periode 2006 – 2011 bantuan  dana yang diberikan Rp 5 juta/unit untuk kategori peningkatan kualitas atau rusak ringan, dan  Rp 10 juta/unit untuk kategori pembangunan baru atau rusak berat. Pada tahun 2012 jumlah bantuan meningkat menjadi Rp 6 juta/unit untuk kategori peningkatan kualitas, dan  Rp 11 juta/unit untuk kategori pembangunan baru. Bantuan uang disalurkan oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), dan diterima langsung oleh penerima manfaat untuk membeli bahan material, sementara pembangunan rumah dilakukan warga secara gotong-royong yang dikoordinir oleh pemda setempat.
Kabupaten Cirebon mendapat bantuan rumah swadaya sejak tahun 2010, sebanyak 75 unit dengan anggaran Rp 455 juta, tahun 2011 sebanyak 525 unit dengan anggaran Rp 3,4 miliar, dan tahun 2012 sebanyak 1.259 unit dengan anggaran Rp 13,8 miliar. Bantuan rumah swadaya tahun 2012 khusus untuk kategori peningkatan kualitas, yakni Rp 6 juta/unit, dan tersebar di 13 kecamatan dan 52 desa. Kecamatan Kaliwedi mendapat bantuan sebanyak 43 unit yang tersebar di 4  desa, yakni Desa Ujung Semi 18 unit, Desa Guwa Kidul 9 unit, Desa Prajawinangun Kulon 11 unit, dan Desa Prajawinangun Wetan 5 unit. Kecamatan Ciwaringin mendapat bantuan 83 unit yang tersebar di 4 desa, yakni Desa Beringin 22 unit, Desa Galagamba 25 unit, Desa Gintung Kidul 19 unit, dan Desa Gintung Tengah 17 unit. Kecamatan Arjawinangun mendapat bantuan 61 unit yang tersebar di 3 desa, yakni Desa Arjawinangun 18 unit, Desa Junjang Wetan 23 unit, dan Desa Tegal Gubug 20 unit. Kecamatan Mundu mendapat bantuan 32 unit yang tersebar di 2 desa, yakni Desa Mundu Pesisir 20 unit dan Desa Mundu Mesigit 12 unit. Kecamatan Losari mendapat bantuan 90 unit yang tersebar di 4 desa, yakni Desa Astana Langgar 18 unit, Desa Kali Rahayu 25 unit, Desa Losari Kidul 25 unit, dan Desa Losari Lor 22 unit. Kecamatan Susukan mendapat bantuan 93 unit yang tersebar di 4 desa, yakni Desa Susukan 25 unit, Desa Ujung Gebang 23 unit, Desa Bojong Kulon 21 unit, dan Desa Luwung Kencana 24 unit. Kecamatan Pabedilan mendapat bantuan 59 unit yang tersebar di 4 desa, yakni Desa Sidaresmi 14 unit, Desa Dukuh Widara 21 unit, Desa Pabedilan Kaler 7 unit, dan Desa Kalimukti 17 unit. Kecamatan Astanajapura mendapat bantuan 76 unit yang tersebar di 4 desa, yakni Desa Astanajapura 23 unit, Desa Mertapada Kulon 22 unit, Desa Mertapada Wetan 22 unit, dan Desa Kanci 9 unit. Kecamatan Pangenan mendapat bantuan 43 unit yang tersebar di 3 desa, yakni Desa Rawa Urip 14 unit, Desa Jagapura Lor 6 unit, dan Desa Pangarengan 23 unit. Kecamatan Pabuaran mendapat bantuan 46 unit yang tersebar di 3 desa, yakni  Desa Pabuaran Wetan 20 unit, Desa Jati Renggang 15 unit, dan Desa Hulu Banteng 11 unit. Kecamatan Kapetakan mendapat bantuan 372 unit yang tersebar di 5 desa, yakni Desa Grogol 69 unit, Desa Kapetakan 72 unit, Desa Pegagan Kidul 69 unit, Desa Pegagan Lor 61 unit, dan Desa Dukuh 101 unit. Kecamatan Panguragan mendapat mendapat 201 unit yang tersebar di 4 desa, yakni Desa Kroya 86 unit, Desa Lemah Tamba 39 unit, Desa Gujeg 26 unit 26 unit, dan Desa Kalianyar 50 unit. Kecamatan Gebang mendapat bantuan 60 unit yang tersebar di 8 desa, yakni Desa Gebang Udik 6 unit, Desa Gebang 2 unit, Desa Gagasari 13 unit, Desa Gebang Mekar 9 unit, Desa Dompyong Wetan 2 unit, Desa Dompyong Kulon 8 unit, Desa Kalimekar 10 unit, dan Desa Gebang Ilir 10 unit.
Para penerima manfaat rumah swadaya bermata pencaharian sebagai nelayan, petani, buruh pabrik,  pedagang kaki lima, tukang becak, tukang parkir, pengojek motor, dan lain sebagainya. Mereka berpenghasilan rata-rata di bawah Rp 1 juta/bulan. Selain memperoleh bantuan rumah swadaya, mereka juga mendapat raskin dan pelayanan pengobatan gratis melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesda) di rumah sakit kelas III milik Pemerintah dan Puskesmas.
Para penerima bantuan rumah swadaya merupakan warga miskin yang rumahnya memang tidak layak huni dan boleh dibilang terjelek di kampungnya. Rumah yang dibedah pada umumnya dalam kondisi hampir roboh, atapnya bocor, dinding bolong sehingga membuat penghuninya was-was jika terjadi hujan. atau angin kencang.
Salah seorang penerima bantuan rumah swadaya adalah Oom, warga RT 04/RW 06 Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu. Wanita yang  bersuamikan buruh nelayan dengan penghasilan rata-rata Rp 25.000 – Rp 30.000 per hari ini, merasa senang mendapat bantuan perbaikan rumah. Rumahnya yang terletak di kampung nelayan semula dindingnya terbuat dari gedek dan dalam keadaan berlubang-lubang. Lantai rumahnya dari tanah, serta atap rumahnya bocor, bahkan rumah itu nyaris roboh. Pada  September 2012, Oom  mendapat bantuan uang Rp 6 juta dari Pemerintah untuk memperbaiki rumahnya. Dindingnya diganti dengan tembok bata, serta genteng-genteng yang rusak diganti dengan genteng-genteng yang baru. Lantai rumahnya yang semula tanah lalu disemen. Perbaikan rumah tersebut dilakukan secara gotong-royong oleh warga. Oom tak perlu mengeluarkan uang untuk upah mereka, tapi hanya menyediakan makanan dan minuman.
Kini setelah direhab, rumah Oom enak ditempati. Atapnya sudah tidak bocor lagi, dan dia tak khawatir rumahnya roboh. “Saya dan keluarga dapat tidur dengan nyenyak dan tidak takut bocor lagi kalau hujan,” katanya sambil tertawa.
Selain memperoleh bantuan rumah swadaya, Oom juga mendapat raskin dan Jamkesmas. Beban hidupnya bertambah ringan karena seorang anaknya yang duduk di bangku SMP dan dua anaknya yang duduk di bangku SD bersekolah gratis karena mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Penerima manfaat rumah swadaya lainnya adalah Bawon, warga RT 01/RW 06 Desa Mundu Pesisir. Suaminya, Salim, adalah nelayan yang berpenghasilan rata-rata Rp 10.000 – Rp 15.000 per hari. Dulu dinding rumahnya terbuat dari gedek dan berlubang-lubang, serta atap rumahnya bocor. Bawon sebenarnya telah lama memendam keinginan memperbaiki rumah, namun apa daya uangnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keinginannya memiliki rumah layak huni akhirnya terwujud ketika ia mendapat bantuan uang Rp 6 juta dari Pemerintah September 2012.  Dinding pada rumahnya kemudian diganti dengan dinding tembok, dan lantainya yang semula tanah diganti dengan ubin. “Saya bersyukur atas bantuan Pemerintah yang telah memperbaiki rumah saya. sehingga kini menjadi bagus,” ujarnya.
Kebahagiaan juga menyelimuti hati Cici, warga  RT 04/RW 06 Desa Mundu Pesisir, yang mendapat bantuan rumah swadaya tahun 2012. Semula kondisi rumahnya memprihatinkan, yakni dindingnya terbuat dari gedek dan berlubang-lubang, serta atapnya bocor, sehingga di saat hujan rumahnya selalu kebanjiran. Rumahnya lalu diperbaiki, dindingnya diganti dengan tembok bata, dan beberapa genteng yang rusak diganti dengan yang baru. Para tetangga selain membantu membangun rumah juga memberikan bantuan pasir, batu bata, dan semen.
“Dulu di lingkungan RT 04/RW 06 rumah saya yang paling jelek dan hampir roboh. Saya dan suami tidak punya uang untuk memperbaiki rumah. Bisa makan tiga kali sehari saja saya sudah bersyukur. Alhamdulillah, Pemerintah membantu memperbaiki rumah, sehingga rumah saya sekarang nyaman ditempati,” kata isteri nelayan yang mempunyai seorang anak  itu. Sehari-harinya  Cici  berjualan asinan dan kue di depan rumahnya. Penghasilannya Rp 100.000 – Rp 125.000 per hari dengan keuntungan Rp 25.000. Dari hasil berjualan tersebut Cici bisa membantu menambah penghasilan keluarga.
 Rumah swadaya merupakan bagian Program Pro Rakyat Klaster 4. Secara nasional pada tahun 2011 Pemerintah telah membangun 60.100 unit rumah swadaya di 33 provinsi dan 207 kabupaten/kota dengan anggaran sebesar Rp 812,88 miliar. Sedangkan tahun 2012 dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun untuk membangun 250.000 unit  di 33 provinsi dan 224 kabupaten/kota. Selain itu Pemerintah juga membangun jalan  lingkungan  dan drainase di sekitar rumah swadaya. Pembangunan jalan dan drainase yang waktunya bersamaan dengan pembangunan rumah swadaya, betujuan mewujudkan lingkungan menjadi bersih dan rapi.


Sumber : Setkab
Share this article :
 
Copyright © 2013. DESA DOMPYONG WETAN - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger